Friday, April 26, 2013

Konsep Dasar Akuntansi

Akuntansi merupakan suatu seni mencatat, mengklarifikasi, dan meringkas data keuangan dengan cara yang tertentu untuk mendapatkan informasi yang bersifat keuangan, yang dibutuhkan suatu organisasi agar dapat beroperasi secara efisien , mengetahui hasil kerja selama ini, dan merencanakan kegiatan ke depannya agar lebih baik.

Menurut prinsip-prinsip akuntansi di Indonesia, pencatatan transaksi akuntansi dan penyusunan laporan keuangan di dasari oleh konsep-konsep sebagai berikut :

  • Konsep Kesatuan Akuntansi ( Bussines Entity Concept )
Di dalam konsep ini, mengandung pengertian untuk memisahkan harta perusahaan dan harta pemilik perusahaan. semua setoran pemilik pada perusahaan di catat sebagai tambahan modal untuk perusahaan, sedangkan pengambilan kekayaan yang dilakukan oleh pemilik tercatat sebagai pengurangan modal melalui perkiraan prive. oleh karena faktor pemisahan itulah, perusahaan sebagai satu kesatuan akuntansi mempunyai beban dan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan  keuangannya kepada pemilik atau pihak - pihak yang berkepentingan.

  • Konsep Berkesinambungan
Konsep kesinambungan, mengandung pengertian bahwa suatu perusahaan diasumsikan akan terus melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan kecuali bila ada bukti-bukti sebaliknya. Contoh konsep ini adalah adanya penyajian aktiva berdasarkan atas nilai kontan aktiva atau nilai yang dapat direalisasi jika terjadi likuidasi.

  • Konsep Periode Akuntansi
Akuntansi harus menerapkan konsep periode, mengingat bahwa sebuah perusahaan akan bisa diukur tingkat kesuksesan dan keberhasilannya jika perusahaan tersebut dianggap menghentikan kegiatannya dan mencairkan semua hartanya dalam bentuk kas. Padahal dalam prakteknya, sebuah perusahaan tidak boleh berhenti beroperasi hanya untuk menunggu laporan-laporan tersebut. Hal itu mendorong diterapkannya konsep periode sehingga kegiatan perusahaan dapat dibagi dalam periode-periode sehingga berkembang usaha dapat dicatat pula secara periodik.

  • Konsep Pengukuran dalam Nilai Uang
Uang merupakan denominator umum dalam mengukur suatu aktiva dan kewajiban perusahaan beserta perubahannya. Hal itu juga dimaksudkan agar memberi dasar penafsiran yang universal bagi pembaca sebuah laporan akuntansi.

  • Konsep Harga Pertukaran
Konsep ini mengandung pengertian bahwa setiap transaksi keuangan harus dicatat sebesar harga pertukaran transaksi tersebut. Harga pertukaran adalah jumlah uang yang diterima atau dibayarkan untuk transaksi tersebut. Misalnya jika pada tahun 1999. perusahaan membeli sebuah komputer seharga Rp. 2.500.000,- maka bila tidak ada perubahan yang menyebabkan kapitalisasi biaya, pada tahun 2002 harga komputer yang tercantum pada laporan keuangan tetap Rp. 2.500.000,-.
  • Konsep Penetapan beban dan Pendapatan
Konsep ini berhubungan dengan penentuan laba periodik dan posisi keuangan pada sebuah perusahaan. Penentuan laba periodik berhubungan dengan dua hal, yaitu pengakuan pendapatan dan penentuan beban. Pendapatan dihitung berdasarkan prinsip realisasi, yaitu saat transaksi perusahaan telah terjadi.

menurut wahyono (2008:2-3)

No comments:

Post a Comment

Jenis-Jenis Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di wilayah Indonesia

Kantor Pelayanan Pajak atau bisa disingkat menjadi KPP adalah tempat Pelayanan Perpajakan kepada masyarakat indonesia yang terdaftar sebagai...