Tingkat kedewasaan tidak selalu berbanding lurus
dengan usianya. Mereka yang lebih tua belum tentu dewasa. Lalu, bagaimana
mengukur tingkat kedewasaan seseorang ?
Rani sering sebel kalau teman - temannya komentar
" kamu koq enggak dewasa gitu sih ? "
atau nyokapnya juga pernah komentar , " Rani
, kamu kan sudah besar , dewasa dikit dong ! kita mungkin pernah menghadapi
situasi seperti yang dialami Rani . Atau kita sendiri sudah bosan dikatakan
anak -anak , ingin dianggap dewasa . Di bilang anak - anak ogah , di bilang
dewasa juga masih bingung. Memang dewasa itu seperti apa sih ??
Berikut ini ada beberapa aspek yang bisa di
jadikan ukuran untuk menilai tingkat kedewasaan seseorang :
- Intelktual
Secara Intelktual ,kita
dikatakan dewasa dilihat dari kemampuan kita membentuk pendirian. Artinya,
kita memilki pendirian atau prinsip yang jelas sehingga tidak mudah terombang -
ambing oleh situasi yang menuntut kita untuk bersikap .
Namun,
tetap memperhatikan pendapat orang lain meskipun tidak bersandar pada pendapat
itu . Kemampuan mengambil keputusan sendiri dengan tegas dan bebas berdasarkan
bukti, alasan nyata, dan nasihat yang baik dari orang lain, serta bertanggung
jawab dengan segala keputusan kita.
Tidak
bingung jika ada masalah , tapi di analisis seab - sebabnya sehingga bisa
dicari kemungkinan - kemungkinan penyelesaiannya.
2 2. Emosional
Secara Emosional, kita
dikatakan sebagai orang dewasa ditandai dengan kemampuan menerima emosi dan
mengusainya secara wajar. Artinya, apapun emosi yang sedang kita alami, kita
tetap dapat menguasai dan mengelolahnya dengan baik . Tanpa mempengaruhi rasa
takut dan gelisah. Kita bisa mengontrol emosi sehingga tidak merugikan orang
lain. Oleh karena itu , pada dasarnya orang dewasa juga memiliki kecerdasan
emosi yang cukup tinggi.
3 3.
Sosial
Secara social,
kedewasaan tampak dari keterbukaan terhadap orang lain. Sanggup membuat
persahabatan, tidak tergantung pada siapapun, tapi bukan berarti kita tidak
butuh orang lain. Kita dapat menyesuaikan diri dan hormat dengan hukum, kebiasaan
dan adat istiadat masyarakat di manapun kita berada.
4 4.
Moral
Secara
Moral, kedewasaan berarti kesetiaan kita pada asas – asas moral dan
mengamalkannya dalam kehidupan sehari – hari . Pada umumnya semakin dewasa
seseorang , akan semakin mementingkan orang lain daripada diri sendiri.
5 5.
Spritual
Kedewasaan
spiritual tampak dari keyakinan yang tidak sempit, kita mampu bergaul dan
membina hubungan baik dengan orang – orang yang berbeda keyakinan dengan kita. Jika
hal itu sudah tercapai, kita akan memiliki kemampuan mencintai orang lain tanpa
batas – batas agama, ras ,suku, atau golongan.
Seseorang
yang disebut dewasa tidak lantas meninggalkan segala bentuk keceriaan,
kegembiraan, dan kegairahan hidup ? orang dewasa tidak harus selalu bersikap
serius, adakalanya orang dewasa juga bersikap jahil dan senang bercanda untuk
memecahkan kebekuan atau menurunkan ketegangan.
Penghambat Dewasa
Kedewasaan tidak selalu berkaitan dengan usia .
Kadang kala ada orang yang umurnya bleh dibilang lebih tua, tapi sikapnya masih
kekanak – kanakan , suka menang sendiri, pemarah dan tidak mau kalah. Namun ada
yang sebaliknya meskipun usianya masih muda, dia mampu menjadi panutan
temannya.
Kedewasaan merupakan proses perkembangan
kepribadian, karena proses jadi tidaknya bisa instant. Bukan hanya berdandan
ala orang dewasa menjadikan kita dewasa. Kedewasaan itu lebih ke sikap kita dalam menghadapi apapun
seharusnya yang umurnya lebih banyak biasanya akan lebih dewasa karena telah
mengalami banyak hal dalam hidup dan lebih banyak belajar dari pengalaman .
Tapi kenyataan tidak selalu begtu , karena pendewasaan dalam prosesnya bisa
mengalami kemajuan , mandek, bahkan mundur. Orang yang selalu belajar dari
pengalaman dan suka intropeksi diri biasanya proses kedewasaannya makin maju ,
artinya makin hari ia makin tumbuh menjadi manusia yang lebih bijaksana. Sebaiknya
orang yang cepat merasa puas sehingga merasa tidak perlu belajar lagi , manja,
tidak mau di kritik , dan selalu lari dari masalah , akan mengalami hambat
dalam proses pendewasaan.
No comments:
Post a Comment